Elegi Positif selalu aku berikan...
Tetapi mengapa selalu kau balas dengan elegi negatif...
Aku tak sedikitpun merasa marah atau dengki padamu...
Tapi kenapa kau
Tetapi mengapa selalu kau balas dengan elegi negatif...
Aku tak sedikitpun merasa marah atau dengki padamu...
Tapi kenapa kau
terus menganggapku bohong dengan perasaan itu...
Aku salah mungkin tak langsung membalasmu...
Tapi aku selalu jelaskan
Aku salah mungkin tak langsung membalasmu...
Tapi aku selalu jelaskan
mengapa aku tak langsung membalasnya...
Mungkin kau seperti itu...
ku muak dan kesal...
Tapi selalu mencoba bertahan...
Menahan gelombang kecil
Mungkin kau seperti itu...
ku muak dan kesal...
Tapi selalu mencoba bertahan...
Menahan gelombang kecil
dan besar itu yang selalu menerpa...
Tapi ternyata aku tak bisa bertahan...
Aku lemah...
Aku lemah dan tak mampu
Tapi ternyata aku tak bisa bertahan...
Aku lemah...
Aku lemah dan tak mampu
harus bertahan dengan perisai sabarku...
Perisai sabar itu sudah hancur...
Bahkan kau maki sabarku dengan kata persetan...
Aku tak pernah melarang bahasamu...
Aku tak mengerti,
Perisai sabar itu sudah hancur...
Bahkan kau maki sabarku dengan kata persetan...
Aku tak pernah melarang bahasamu...
Aku tak mengerti,
apa kau sadar atau paham dengan bahasamu sendiri?
Atau pura-pura tidak tahu...
Dan menganggapnya hanya penuaian hasrat emosi...
Jadi ku harus bertahan dengan perisai batin ini...
Walau selalu batin ini tertusuk dari segala arah...
Kau selalu membuat dan
Atau pura-pura tidak tahu...
Dan menganggapnya hanya penuaian hasrat emosi...
Jadi ku harus bertahan dengan perisai batin ini...
Walau selalu batin ini tertusuk dari segala arah...
Kau selalu membuat dan
membesar-besarkan sendiri bola api itu...
Padahal aku tak ingin bermain dengan bola api itu...
Aku tak pernah menganggap semuanya kecil...
Tapi aku juga tak pernah mengangggap itu besar...
Itu bukan sebuah ukuran...
Itu permasalahan yang harusnya diselesaikan...
Padahal aku tak ingin bermain dengan bola api itu...
Aku tak pernah menganggap semuanya kecil...
Tapi aku juga tak pernah mengangggap itu besar...
Itu bukan sebuah ukuran...
Itu permasalahan yang harusnya diselesaikan...
Dan Bukan yang selalu kau anggap besar...
Aku berusaha...
Aku tak pernah membatasimu...
Aku tak pernah menunjukan cemburuku padamu...
Aku mencoba menghormatimu...
Aku tak mengerti...
Dan Kenapa kau selalu menjadi batu...
Yang keras dan sulit untuk ku ukir...
Dan watakmu yang selalu berubah-rubah...
Kau bagaikan layang-layang...
Hanya ada angin kecil saja,
Kau mudah untuk berdiri...
Tapi INGAT!!!
Ketika tak ada angin,
Tapi INGAT!!!
Ketika tak ada angin,
Kau terjun bebas untuk kembali jatuh...
Aku mencoba memberi angin...
Tapi kau membatu...
Mengeras bagaikan tersiram air keras...
Aku bingung...
.
"...Entah harus apa lagi, harus gimana lagi...
Aku mencoba memberi angin...
Tapi kau membatu...
Mengeras bagaikan tersiram air keras...
Aku bingung...
.
"...Entah harus apa lagi, harus gimana lagi...
Melarikan diri dari Mu...
Adakah jurus terjitu ku yakinkan Mu..
Bahwa ku tak mau lagi bersama Mu..."
Aku tak peduli orang berkata apa...
Aku tak peduli orang berbuat apa...
Hanya aku...
Hanya Diriku...
Hanya hati ini yang merasakannya...
Aku hanya ingin berlari secepat mungkin...
Aku hanya ingin meninggalkan jejak semu...
Aku hanya ingin melupakan goresan perih ini...
Maaf!! Beribu-ribu maaf!!
Bukan aku tak bisa menerima kekuranganmu..
Tapi kau balas sendiri aku dengan caramu...
Mungkin kau anggap aku sepihak...
Ini bukan sepihak!!
Kau yang selalu membawanya ke arah itu..
membuat penawaran itu...
Aku ingin kau bisa berubah walau kau bukan milikku...
Aku ingin kau menyadarinya...
Aku tak ingin kau mengulanginya...
Tapi itu terserah padamu...
Kau melakukan itu
Dan kau akan mendapatkan itu...
Dan kau akan terus mengulanginya..
Aku tak peduli orang berkata apa...
Aku tak peduli orang berbuat apa...
Hanya aku...
Hanya Diriku...
Hanya hati ini yang merasakannya...
Aku hanya ingin berlari secepat mungkin...
Aku hanya ingin meninggalkan jejak semu...
Aku hanya ingin melupakan goresan perih ini...
Maaf!! Beribu-ribu maaf!!
Bukan aku tak bisa menerima kekuranganmu..
Tapi kau balas sendiri aku dengan caramu...
Mungkin kau anggap aku sepihak...
Ini bukan sepihak!!
Kau yang selalu membawanya ke arah itu..
membuat penawaran itu...
Aku ingin kau bisa berubah walau kau bukan milikku...
Aku ingin kau menyadarinya...
Aku tak ingin kau mengulanginya...
Tapi itu terserah padamu...
Kau melakukan itu
Dan kau akan mendapatkan itu...
Dan kau akan terus mengulanginya..
Dan mendapatkan terus kisah yang seperti ini!!!
Bukan hanya sekali, dua kali, tiga kali...
Bahkan bisa selamanya... Bila kau harus sperti itu...
Dan mengulangi kisah seperti ini!!
Aku ingin kau berdiri tegak!
Aku tak ingin kau melakukan "hal bodoh" dalam kesendirian...
ITU hanya menyiksa dirimu sendiri!!!
"ketika kau sendiri, itulah kau yang sebenarnya"
Bangun dan sadarlah!!
Dan Tak usah kau sesali...
Maaf...
Aku tak bisa...
Tak bisa mencintaimu lagi...
Tak bisa memahamimu lagi...
Tak bisa menyayangimu seperti dulu lagi...
Tak ada yang kalah ataupun menang...
Biarkan aku yang terlihat paling SALAH di mata orang-orang...
Bukan hanya sekali, dua kali, tiga kali...
Bahkan bisa selamanya... Bila kau harus sperti itu...
Dan mengulangi kisah seperti ini!!
Aku ingin kau berdiri tegak!
Aku tak ingin kau melakukan "hal bodoh" dalam kesendirian...
ITU hanya menyiksa dirimu sendiri!!!
"ketika kau sendiri, itulah kau yang sebenarnya"
Bangun dan sadarlah!!
Dan Tak usah kau sesali...
Maaf...
Aku tak bisa...
Tak bisa mencintaimu lagi...
Tak bisa memahamimu lagi...
Tak bisa menyayangimu seperti dulu lagi...
Tak ada yang kalah ataupun menang...
Biarkan aku yang terlihat paling SALAH di mata orang-orang...
